Pentingnya Personal Branding Sebagai Content Creator

Pentingnya Personal Branding Sebagai Content Creator

Pentingnya Personal Branding Sebagai Content Creator – Menjadi seorang content creator saat ini sedang banyak diminati oleh kalangan anak muda karena pekerjaan ini dapat menunjukkan siapa diri kita dan menjadi role model bagi anak muda lainnya karena memberikan dampak positif bagi mereka, namun Sayangnya, akhir-akhir ini banyak pembuat konten yang tidak peduli dengan image apa yang mereka tampilkan, yang terpenting adalah menjadi terkenal dan mendapatkan banyak pengikut.

 

Pentingnya Personal Branding Sebagai Content Creator

Pentingnya Personal Branding Sebagai Content Creator

elcontentcurator – Kreator juga tidak melakukan branding yang tepat pada dirinya, bahkan banyak kreator atau masyarakat awam yang ingin menjadi kreator tidak mengetahui apa itu personal branding dan mengapa kita membutuhkan personal branding, apalagi jika kita ingin melakukannya. menjadi seorang konten kreator, padahal personal branding itu sangat besar pengaruhnya terhadap bagaimana kita ingin dikenal oleh orang-orang yang mengikuti kita di media sosial.

Nah, sebelum kita membahas personal branding lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui apa itu personal branding.

Menurut para ahli

Personal branding adalah proses menciptakan, menarik dan mempertahankan persepsi publik terhadap aspek-aspek diri seseorang, seperti keterampilan, prestasi, kepribadian atau nilai-nilai, yang sengaja atau tidak sengaja dirancang untuk memproyeksikan suatu citra. positifnya dapat menciptakan kepercayaan dan loyalitas yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran.

Personal branding dapat digunakan untuk menciptakan citra seseorang oleh orang lain dengan cara berbagi pengalaman orang lain, biasanya sedemikian rupa sehingga orang lain percaya bahwa persepsi tersebut berhasil tanpa orang lain.

Menurut Wasesa (2011), personal branding adalah suatu proses dimana orang menggunakan diri atau karirnya sebagai sebuah merek. Personal branding adalah seni menarik dan mempertahankan audiens aktif yang dapat dibangun berdasarkan orang, nama, merek, simbol, atau desain yang dapat digunakan untuk membedakan Anda dari pesaing.

Singkatnya, personal branding adalah apa yang kita ingin agar orang lain tahu, mengikuti kita, dan menyukai apa yang kita hadirkan.

Banyak dari kita merasa bahwa personal branding muncul secara alami dengan pembuatan konten, namun ketika kita memulai sesuatu tanpa persiapan, hal itu menyebabkan kita berhenti dan menyalahkan diri sendiri. Personal brand juga tidak dibangun dari awal sebagai produsen konten. Namun tidak sedikit pula orang yang memiliki personal branding secara tidak disengaja, namun seringkali hal ini berdampak buruk jika tidak hati-hati dan dipersiapkan dengan baik.

Apa pentingnya personal branding bagi seorang pembuat konten?

Pada tanggal 6 Desember 2021, dampak pengelolaan media sosial dan periklanan online terhadap bisnis masa kini pada webinar yang diselenggarakan sebagai bagian dari program studi ilmu komunikasi UNIKOM. Atami Puspa selaku narasumber YouTube dan produser konten Instagram berbagi pengalamannya tentang pentingnya personal branding bagi seorang produser konten.

Atami Puspa zoomis berpendapat bahwa personal branding sangat penting bagi seorang produser konten agar orang lain mudah mengenali dan mengingat kita, sehingga kita harus membedakan diri kita dengan produser konten lain meskipun kita sama-sama bekerja. Pekerjaan yang sama, misalnya Atami Puspa yang dikenal dengan sebutan Lippie Swatches karena mengulas berbagai merek produk bibir di akun media sosialnya. Personality brand yang menonjol ini merupakan seorang kreator yang gemar memakai lipstik dan memiliki banyak ide kreatif untuk memadupadankan lipstik agar terlihat bagus saat dikenakan, berbeda dengan Nanda Arsyinta yang terkenal dengan riasan Her Barbie atau Jharna Bhagawan yang terkenal dengan karakternya. riasan di setiap video. Meski sama-sama bekerja di industri kecantikan, namun yang membedakan mereka adalah personal brand yang mereka ciptakan dan tampilkan ke publik.

Bagaimana cara membuat merek pribadi?

Menciptakan personal brand memerlukan proses yang panjang dan tidak mudah, karena kepercayaan tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dipupuk dan dipelihara. Membuat personal branding tentunya membutuhkan sebuah identitas yang ingin dilihat orang lain, tanggung jawab apa yang diemban untuk memenuhi harapan orang lain dan menjalin hubungan baik dengan semua orang.

Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu mengenal diri sendiri terlebih dahulu, mengetahui apa yang kita sukai dan apa yang membuat kita menonjol, dan akibatnya mengembangkan hal-hal tersebut. Kedua, ganti nama di semua media sosial yang kita gunakan, jangan sampai membingungkan orang dengan menggunakan nama yang berbeda-beda di setiap media sosial dan menyulitkan pencarian nama di media sosial. Ketiga, ciptakan visi Anda ingin dikenal sebagai orang seperti apa, dan tentunya konten yang Anda buat harus konsisten dengan personal brand yang Anda buat. Terakhir, gunakan simbol atau kata-kata yang bisa menjadi identitas, tentunya harus menarik dan berbeda dari yang lain, agar mudah diingat oleh penonton.

 

Baca juga : Solusi Berkelanjutan Energi Terbarukan Untuk Masa Depan

 

Menurut Nur Kholisoh, Dwi Esti Wahyuni ​​​​​​​​dalam tulisannya menyatakan bahwa memiliki personal brand mempunyai tujuan dan fungsi, beberapa di antaranya adalah

a (Montoya, 2014): Pertama, presentasi dan penajaman diri harga diri. gambar Citra diri adalah sesuatu yang kasat mata dan kasat mata dalam diri seseorang yang dapat membentuk persepsi orang lain terhadap dirinya..

Kedua, orang lain lebih mudah mengingat siapa diri kita. Dengan personal branding, seseorang dapat dengan mudah mengidentifikasi keunikan dirinya, terutama dari segi gaya, keterampilan atau aspek lain yang menjadi ikon/karakteristiknya. Keunikan membuat seseorang menonjol dibandingkan orang lain.

Ketiga, permudahlah pilihan. Personal branding dapat memudahkan seseorang untuk mengetahui pekerjaan yang tepat dan lebih cocok untuk pekerjaan/pekerjaan tersebut.

Keempat, karir terfokus Seseorang dengan personal brand hidup fokus pada karirnya. Dengan bantuan personal brand, seseorang mengetahui maksud dan tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, pekerjaan yang dilakukan lebih ditujukan untuk mencapai tujuan.

 

Personal Branding Content Creator

 

Kita masih bisa mengubah personal brand yang terlanjur negatif dengan mengkomunikasikan personal brand yang kita inginkan, lakukan secara perlahan, jangan terlihat memaksakan diri untuk berpenampilan sesuai keinginan saat ini juga, namun lakukan secara perlahan agar bahwa orang perlahan mengingat apa yang kita lakukan terakhir kali dan itu positif, itu mengubah pikiran orang yang awalnya negatif, lama kelamaan menjadi positif seperti yang kita harapkan, meskipun sulit, tetapi jika Anda konsisten melakukannya, sedikit setelahnya Sedangkan personal brand yang negatif dalam jangka waktu lama akan berubah menjadi positif.

Contoh personal brand negatif yang kita lihat adalah Lucinta Luna, karena skandal bedah yang menjadikannya istri dari mantan suaminya menimbulkan kecaman keras di masyarakat karena dianggap tidak sopan dan tabu di masyarakat. karena Lucinta masih tersembunyi saat itu. Namun status transgendernya menjadi rumit ketika Lucinta kembali terjerat kasus narkoba dan semakin mendapat hinaan, setelah kejadian tersebut Lucinta perlahan kembali ke personal brandnya yang perlahan dan kini mampu mengubah persepsi masyarakat terhadap Lucinta. yang awalnya dikenal sebagai karakter yang menyebalkan karena melakukan banyak hal yang tabu, kini diterima karena ia menjadi pria yang dianggap lucu. dan para pengikutnya di media sialan itu selalu menunggunya.

Namun tak butuh waktu lama bagi Lucinta untuk mengembalikan citra negatifnya menjadi positif. Ia mengaku dalam beberapa wawancara bahwa dirinya stres dengan pekerjaan dan mendapat kritik dari netizen, sehingga ia mengonsumsi obat-obatan terlarang dan menjalani rehabilitasi.

Personal brand yang kita hadirkan juga harus membuat kita nyaman dan tidak menekankan bahwa kita adalah orang yang terlalu berbeda sehingga kita stres karenanya. Kita menghindarinya dengan melakukan apa yang sebenarnya dan apa yang berhasil kita gali, bukan meniru apa yang dilakukan orang lain, karena personal brand memang sukses, namun harus memberikan kita kenyamanan dan tidak merasa terpaksa untuk menampilkan kepribadian kita dalam branding. Mengerjakan agar bisa bertahan lama dan menjadi image positif bagi diri kita sendiri.

Namun segala sesuatu memerlukan proses, baik cepat maupun lambat, jika konsisten maka akan membuahkan hasil yang memuaskan dan memberikan dampak yang sangat positif bagi kita dan masyarakat lainnya. Ingatlah bahwa peran dan tujuan personal brand adalah untuk menampilkan dan mempertajam citra diri, memudahkan orang lain mengingat siapa diri kita, memudahkan menentukan pekerjaan, dan mengejar karier yang fokus.

Brian Williams

Learn More →